PERSPEKTIF BOURDIEU PADA POLA INTERRELASI PADA EKSISTENSI LENGGER LANANG LANGGENG SARI DALAM PERTUNJUKAN SENI DI BANYUMAS

lynda susana widya ayu fatmawaty, NILA MEGA MARAHAYU, SHOFI MAHMUDAH BUDI UTAMI, IMAM SUHARDI

Abstract


Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini.

Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini.


Keywords


lengger lanang; pierre Bourdieu; Arena; Habitus; Modal; Trajectori

References


Anwar, Saeful. (2015, Desember). Produksi Simbol Dalam Sampul Buku Sastra Terbitan Gramedia. Jurnal Poetika, Vol. III No.2, (81-90)

Bourdieu, Pierre. 2010. Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Sastra: Terjemahan Yudi Santosa. Bantul: Kreasi Wacana

Bourdieu, P.( 1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Massachussets; Harvard University Press. Print

During, Simon. (2001).The Cultural Studies Reader.New York: Routledge

Gray, Ann. (2003). Research practice for cultural studies. Britain: Sage Publication

Kamphuis, C.B.M., Jansen,T., Mackenbach, J.P., Van Lenthe, F.J., (2015, Agustus). Bourdieu’s Cultural Capital in Relation to Food Choices: A Systematic Review of Cultural Capital Indicators and an Empirical Proof of Concept. PloS ONE 10(8): e130695. doi:10.1371/journal.pone.0130695

Kaplan, David and Robert Manners. (2002). Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Karnanta, Kukuh. (2013, Juli). Paradigma Teori Arena Produksi Kultural Sastra: Kajian Terhadap Pemikiran Perre Bourdieu. Jurnal Poetika, Vol. 1 No. 1, (3-15)

Karnanta, Kukuh. (2015, Desember). Sastra ‘Mungkin’: Kontestasi Simbolik Andrea Hirata Dalam Arena Sastra Indonesia. Jurnal Poetika, Vol.III No.2, (91-101)

Lubis, Akhyar Yusuf.(2014). Postmodernism: Teori dan Metode. Depok: PT. Rajagrafindo Persada

Mander, Mary S. (1987). Bourdieu, the Sociology of Culture and Cultural Studies: a critique. European Journal of Communication, SAGE, London. Vol 2, 427-453.

Ngarachu, Fiona. (2014). Applying Pierre Bourdieu’s Concepts of Habitus and Field to The Study of Ethnicity in Kenya. Journal of Language, Technology & Entrepreneurship in Africa, Vol.5 No.1, (57-69)

Reed-Danahay, D. Locating Bourdieu. (2004). Bloomington: Indiana University Press

Sarup, Madan. (2007). Possrtukturalisme dan Posmodernisme: sebuah pengantar kritis. Yogyakarta: Jendela.

Sobur, Alex.( 2009). Semiotika k=Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.916

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

Google ScholarPKP IndexCrossrefIndonesia One Search

 

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

 

 

 

 

View My Stats