TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA INDONESIA PADA POSTER KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BANJARBARU

Eka Suryatin

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis dan ciri penanda tindak tutur direktif yang terdapat di dalam poster kesehatan di Puskesmas Kota Banjarbaru dan (2) mendeskripsikan wujud makna kalimat imperatif yang terdapat di dalam poster kesehatan di Puskesmas Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tertulis yang terdapat dalam poster yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kota Banjarbaru. Sumber data berupa poster yang dikeluarkan atau dicetak oleh Puskesmas Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada poster kesehatan yang dikeluarkan Puskesmas Kota Banjarbaru ada lima yaitu tindak direktif permintaan (requestives) dengan ciri penanda verba + kan, verba + i, dan verba+ lah, tindak direktif pertanyaan (questions) dengan ciri penanda kapan, tindak direktif larangan (prohibitions) dengan ciri penanda dilarang, tindak direktif persyaratan (requerements) dengan ciri penanda verba + kan, verba+ lah, dan verba + i, dan tindak direktif nasihat (advisoris) dengan ciri penanda ayo dan mari. (2) wujud makna imperatif poster kesehatan yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kota Banjarbaru mengandung makna imperatif perintah, imperatif imbauan, imperatif desakan, imperatif ajakan, dan imperatif larangan.

Kata Kunci: tindak tutur direktif, ciri penanda, makna imperatif, poster

Abstract: The objective of this study is to (1) describe the types and characteristics of directive speech act marker on health posters at Community Health Center of Banjarbaru City and (2) describe the meaning of imperative sentences in health posters at Community Health Center of Banjarbaru City. This research is descriptive qualitative. The research data are in the form of written speech on the poster published by the Community Health Center of Banjarbaru City. The data sources are in the form of posters published or printed by the Community Health Center of Banjarbaru City. Data collection technique is taken by using documentation and writing techniques. The result shows that (1) the types of directive speech act found on health posters published by Community Health Center of the Banjarbaru City, are requestives with marker verb + kan, verb + i, and verb + lah, question with the marker when (kapan), prohibition with marker dilarang, requerement with the marker verb + kan, verb+ lah, and verb + i, and advisory with marker ayo and mari. (2) the forms of the imperative meaning on the health poster published by Community Health Center of the Banjarbaru City contain of command imperative, appeal imperative, urging imperative, inuitation imperative, and prohibition imperative.

Key word: directive speech act, the marker, imperative meaning, poster


Keywords


directive speech act; the marker; imperative meaning; poster

Full Text:

PDF

References


Arianto. (2013). Tindak tutur direktif guru dalam wacana interaksi kelas anak tunarungu. Litera, 1--12.

Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Jakarta: 2010.

Chaer, Abdul & Leonie Agustina. (2010). Sosiolinguistik perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, T. F. (2010). Metode linguistik: metode penelitian dan kajian. Bandung: Refika Aditama.

Djajasudarma, T. F. (2017). Wacana dan pragmatik. Bandung: Refika Aditama.

Gawean, A. B. (2017). Pembelajaran Pragmatik. Yogyakarta: Ombak.

Goerge, Y. (2006). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ibrahim, S. (1993). Kajian tindak tutur. Surabaya: Usaha Nasional.

Jumadi. (2013). Wacana, kekuasaan, dan pengajaran bahasa. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Jumanto. (2017). pragmatik: dunia linguistik tak selebar daun kelor . Yogyakarta: Morfalingua.

Moleong, L. J. (2001). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nababan, P. (1984). Sosiolinguitik. Jakarta: Gramedia.

Rahardi, K. (2005). Kesantunan imperatif bahasa indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sudaryanto. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Suryatin, E. (2015). Tindak tutur direktif dalam wacana “Indang cerita Kalimantan Selatan”. Verbalingua, 26--32.

Wahyudi, A. B. (2018). Manajermen majalah sekolah “Media sebagai sarana peningkatan kemampuan berbahasa. Solo: Bukukatta.

Wijana, I. D. (1996). Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Balai Bahasa Kalimantan Selatan

Jalan Ahmad Yani Km 32,2, Loktabat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telepon (0511) 4772641; Faksimile (0511) 4784328

Pos-el: jurnal.undas@kemdikbud.go.id

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License 

 

Undas Indexed By

   

 

 @2016