ALIRAN AIR SEBAGAI PEMBENTUK TOPONIMI KELURAHAN/DESA DI KOTA BANJARMASIN DAN KABUPATEN BANJAR: KAJIAN EKOLINGUISTIK

Yuliati Puspita Sari

Abstract


Abstrak: Penelitian ini membahas pengaruh aliran air dalam membentuk toponimi kelurahan/desa di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan (a) mendeskripsikan berbagai bentuk leksikon yang berhubungan dengan aliran air dan unsur-unsur yang dapat bergabung dengan aliran air tersebut dalam membentuk toponimi kelurahan/desa di wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar; (b) mendeskripsikan hubungan timbal-balik yang terjadi antara lingkungan alam dan bahasa dalam membentuk toponimi kelurahan/desa di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan ekolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai leksikon yang berhubungan dengan aliran air yang digunakan sebagai pembentuk toponimi, yakni sungai, riam, antasan, handil, dan tatah. Sementara itu, dilihat dari pola penggabungannya, ada berbagai unsur yang dapat bergabung dengan leksikon yang berhubungan dengan aliran air, antara lain tumbuhan, hewan, warna, profesi/pekerjaan, dan sebagainya. Hubungan timbal-balik yang terjadi antara lingkungan alam dan bahasa sangat berpengaruh terhadap toponimi kelurahan/desa di kedua wilayah tersebut.

Kata Kunci: aliran air, toponimi, ekolinguistik

Abstract: This study discusses the influence of stream as the toponymy creator of village in Banjarmasin City and Banjar Regency. This study aims to (a) describe various forms of lexicons related stream and elements that can unite stream in forming village stream toponymy in Banjarmasin City and Banjar Regencies; (b) describe the interaction that occur between the natural environment and language in forming village toponymy in Banjarmasin City and Banjar Regency. This study uses qualitative methods and ecolinguistic approach. The results of the study show that there are various lexicons associated with stream that are used as forming toponymy, they are sungai, riam, antasan, handil, and tatah. Meanwhile, judging from the merging pattern, there are various elements that can unite the lexicon which is related to the stream, flow of water, including plants, animals, colors, professions / jobs, and so on. The interaction which is happened between nature and language has big influence toward toponymy of the village in both territory.

Key words: stream, toponymy, ecolinguistic


Keywords


stream; toponymy; ecolinguistic

Full Text:

PDF

References


Al-Gayoni, Y. U. (2012). Ekolinguistik. Jakarta: Pang Linge dan Research Center for Gayo.

Asadi. (2015). Nama rupabumi, toponimi, aturan dan kenyataan. Lingkar Widyaiswara Edisi 2 Nomor 4 , 18-35.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Onomastika. Diperoleh 6 Februari 2018 dari KBBI Daring: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/onomastika

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Toponimi. Diperoleh 6 Februari 2018 dari KBBI Daring: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/toponimi

Barenlitbangda Kota Banjarmasin. (2017, 1). Website Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Banjarmasin. Diperoleh 17 Maret 2018 dari Barenlitbangda Kota Banjarmasin: http://renlitbang.banjarmasinkota.go.id/2017/01/website-kecamatan-dan-kelurahan-se-kota.html

Camalia, M. (2015). Toponimi kabupaten lamongan (kajian antropologi linguistik). Parole Journal of Linguistic and Education Volume 5 Number 1 , 74—83.

Google. (2018). Google Maps. Diperoleh 20--29 Maret 2018 dari Google Maps: https://www.google.co.id/maps

Ideham, M. S., Djohansjah, J., Kawi, D., Sjarifuddin, & Seman, S. (2015). Urang banjar dan kebudayaannya. (M. S. Ideham, Sjarifuddin, M. Z. Anis, & Wajidi, Eds.) Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Kulsum, U., Sutini, L., Harijatiwidjaja, N., & Mulyanah, A. (2008). Nama tempat yang berhubungan dengan air: tinjauan antropolinguistik. Bandung: Balai Bahasa Bandung.

Pemerintah Kabupaten Banjar. (2018). Kode pos di kota/kabupaten Banjar. Diperoleh 16 Maret 2018 dari Pemerintah Kabupaten Banjar Sejahtera dan Barokah: https://banjarkab.go.id/daftar-nama-kecamatan-kelurahandesa-kodepos-di-kotakabupaten-banjar-kalimantan-selatan/

Ratna, N. K. (2012). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pusat Pelajar.

Ruspandi, J. (2015). Makna geografis toponimi di kota cirebon. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Sudaryat, Y., Gunardi, G., & Hadiansah. (2009). Toponimi Jawa Barat (berdasarkan cerita rakyat). Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r & d. Bandung: Alfabeta.

Wajidi. (2012, 11 12). Orang Banjar dan Budaya Sungai. Diperoleh 20 Maret 2018 dari from Bubuhan Banjar: https://bubuhanbanjar.wordpress.com/2012/11/12/orang-banjar-dan-budaya-sungai/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Balai Bahasa Kalimantan Selatan

Jalan Ahmad Yani Km 32,2, Loktabat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telepon (0511) 4772641; Faksimile (0511) 4784328

Pos-el: jurnal.undas@kemdikbud.go.id

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License 

 

Undas Indexed By

   

 

 @2016