KESALAHAN MORFOLOGIS DALAM TULISAN IMAJINATIF PEMELAJAR BIPA DI SACRED HEART GIRLS COLLEGE

Derri Ris Riana

Abstract


Abstrak: Salah satu kesalahan berbahasa yang masih sering dilakukan oleh pemelajar BIPA adalah kesalahan morfologis. Padahal, penguasaan morfologi diperlukan untuk membedakan kelas kata dan makna sehingga pemelajar mampu menempatkan kata sesuai maksud yang ingin disampaikan. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) apa saja kesalahan morfologis dan perubahan makna yang timbul akibat pertentangan morfologis dalam tulisan imajinatif pemelajar BIPA di Sacred Heart Girls College jelas, serta 2) bagaimana perbandingan sistem morfologi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap kesalahan morfologis dan perubahan makna yang timbul akibat pertentangan morfologis dalam tulisan imajinatif pemelajar BIPA di Sacred Heart Girls College jelas, serta menjelaskan perbandingan sistem morfologi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, hasil penelitian telah mengungkap kesalahan morfologis yang muncul berupa ketidaktepatan penggunaan imbuhan, khususnya imbuhan meng- yang sering dipertentangkan dengan imbuhan lain, misalnya penggunaan imbuhan meng-i dan meng-kan, meng- dan meng-kan, meng-i dan ter-, meng- dan ber-, memper-kan dan –an, serta meng- dan kata kerja dasar pada kalimat pasif persona. Kesulitan tersebut disebabkan oleh perbedaan sistem morfologi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Kata Kunci: kesalahan morfologis, tulisan imajinatif, pemelajar BIPA

Abstract: One of the language errors that are still often done by BIPA learners is morphological errors. In fact, morphological mastery is needed to distinguish the class of words and meaning so that the learner is able to place words according to the purpose to be conveyed. The problems in this study are 1) what are morphological errors and changes in meaning arising from morphological contradictions in imaginative writings of BIPA learners in Sacred Heart Girls College and how is the comparison of morphological systems between Indonesian and English. The aims of this study are to reveal morphological errors and changes in meaning arising from morphological contradictions in imaginative writings of BIPA learners in Sacred Heart Girls College and explain the comparison of morphological systems between Indonesian and English. By using qualitative and descriptive methods, the results show that morphological errors are inaccuracies in the use of affixes, especially affix meng- that is often contradicted by other affixes, for example the use affix meng-i and meng-kan, meng- and meng-kan, meng-i and ter-, meng- and ber-, memper- and –an, and meng - and the basic verb in persona passive sentence. These difficulties are caused by differences in the morphological systems of Indonesian and English


Keywords: morphological errors, imaginative writing, BIPA learners


Keywords


morphological errors; imaginative writing; BIPA learners

Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. (2015). Morfologi bahasa Indonesia: Pendekatan proses. Jakarta: Rineka Cipta.

Field, John. (2004). Psycholinguistics: The key concepts. London dan New York: Routledge.

Hamied, Fuad Abdul. Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing: Isu dan realita. Diperoleh 17 November 2018 dari https://www.scribd.com/doc/28088204/Pembelajaran-Bahasa-Indonesia-Bagi-Penutur-Asing.

Inderasari, Elen dan Tiya Agustina. (2017). Pembelajaran bahasa Indonesia pada mahasiswa asing dalam program BIPA IAIN Surakarta. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(2), 6—15, diperoleh dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi.

Kapoh, Ruty J. (2010). Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pemerolehan bahasa. Jurnal Interlingua 4, 87—95, diperoleh dari http://jurnalinterlinguafbsunima.yolasite.com/resources/Beberapa%20Faktor%20yang%20Berpengaruh%20dalam%20Perolehan%20Bahasa.pdf

Keraf, Gorys. (2007). Diksi dan gaya bahasa: Komposisi lanjutan I. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Marsudi, Sujanti. (tt). Dealing with text types in Indonesian. Victoria: Victorian School of Language Department of Education and Training.

Musfiroh, Tadkiroatun. (2016). Psikolinguistik edukasional. Yogyakarta: UNY Press.

Nugraha, Setya Tri. Kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia pembelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing: Sebuah penelitian pendahuluan. Diperoleh 15 November 2018 dari “http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313273/pendidikan/JENIS+KESALAHAN+BERBAHASA.pdf

Parera, Jos Daniel. (2004). Perubahan semantik: Edisi kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sarwono, Jonathan. (2006). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Setiyadi, Alif Cahya dan Mohammad Syam’un Salim. (2013). Pemerolehan bahasa kedua menurut Stephen Krashen. Jurnal At-Ta’dib, 8(2), 265—280, diperoleh dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=443604&val=7635&title=Pemerolehan%20Bahasa%20Kedua%20Menurut%20Stephen%20Krashen

Sugerman. (2016). Morfologi bahasa Indonesia: Kajian ke arah linguistik deskriptif. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Sunardi. (2012). Morfologi derivasional dalam bahasa Inggris. LITE Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 8(1), 1—14, diperoleh dari http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/lite/article/view/1104/817.

Tarigan, Henry Guntur. (2009). Pengajaran analisis kontrastif bahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Balai Bahasa Kalimantan Selatan

Jalan Ahmad Yani Km 32,2, Loktabat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telepon (0511) 4772641; Faksimile (0511) 4784328

Pos-el: jurnal.undas@kemdikbud.go.id

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License 

 

Undas Indexed By

   

 

 @2016