STRUKTUR MANTRA KAGANCANGAN DALAM NASKAH MANTRA MISTIK

Dede Hidayatullah

Abstract


Abstrak: Mantra kagancangan merupakan mantra untuk mengeluarkan kesaktian baik pada tangan pada saat memukul ataupun pada fisik. Mantra kagancangan ini berguna untuk mengeluarkan kekuatan pada fisik secara keseluruhan dan pada tangan secara khusus. Penelitian ini akan menguraikan tentang mantra kagancangan, struktur dan bahasa yang digunakannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam mantra yang ditemukan dalam naskah ’Mantra Mistik’ (MM) yang Berkode E. 4508. Hasilnya adalah Setiap mantra dalam enam mantra kagancangan ini mempunyai ritual, cara, dan pantangannya masing-masing. Adapun strukturnya adalah mantra kagancangan ini ada yang terdiri atas unsur judul, unsur pembuka, dan unsur sugesti, dan ada yang hanya terdiri dari unsur judul dan unsur sugesti. adapun unsur tujuan tersirat dari unsur tujuan dan unsur sugesti. Bahasa dalam mantra kagancangan terdiri atas mantra yang menggunakan bahasa Banjar; mantra yang menggunakan campuran Bahasa Banjar dan bahasa lain terutama Bahasa Arab; dan Mantra Banjar yang hanya menggunakan Bahasa Arab saja.

Kata kunci: mantra, kagancangan, struktur, dan bahasa

Abstract: The kagancangan mantra is a mantra that produces supernatural power both on the hand or body to hit. This kagancangan mantra is useful for creating strength on the body generally and on the hand specifically. This research will describe the kagancangan mantra, the structure and language used. The data of this study are six mantras found in the 'Mystical Mantra' (MM), the text written in code E. 4508. The result shows that each mantra of these six kagancangan mantra has its own rituals, methods and prohibitions. The structure of the kagancangan mantra consists of elements such as the title, opening, and suggestion elements, and there are also mantra that consists of element of the title and element of suggestion only. Meanwhile the purpose is implied by the element of purpose and the element of suggestion. The language of the kagancangan mantra consists of Banjar language; combination of Banjar and other languages, especially Arabic; and only Arabic.

Key words: mantra, kagancangan, structure, and language


Keywords


mantra; kagancangan; structure; language

Full Text:

PDF

References


Aminuddin. (2004). Pengantar apresiasi karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Anwar, D. (2005). Kamus lengkap bahasa Indonesia. Surabaya: Amelia.

Burchett, P. E. (2008). The 'magical' language of mantra. Journal of The American Academy of Religion 76 (4), 807-843.

Daod, H. (2010). Oral Traditions in malaysia: A discussion of shamanism. Jurnal Wacana 12 (1), 181—200.

Djamaris, Edward; et al. (1996). Nilai budaya dalam beberapa karya sastra nusantara: sastra daerah di Kalimantan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Furchan, A. (1982). Pengantar penelitian dalam pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Hehahia, P. L., & Farlin, S. (2008). Kamus praktis bahasa Indonesia. Jakarta: Scientific Press.

Hidayatullah, D. (2009). Jenis dan fungsi mantra dalam masyarakat Banjar. In Bunga Rampai Sastra Hasil Penelitian (pp. 33-58). Banjarbaru: Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

Hidayatullah, D. (2014). Revitalisasi mantra banjar. seminar Nasional Bahasa Daerah (Sembada) tanggal 10—11 Sepetember 2014 di Martapura (pp. 279—294). Yogyakarta: FAMILIA.

Hidayatullah, D. (2015). Mantra Banjar: bentuk, struktur, dan fungsi. Jurnal Sawerigading 22 (2), 225-236.

Hidayullah, D. (2013). Sastra lisan Banjar. naskah siaran radio di radio Abdi Persada. Banjarbaru: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

Kasmilawati, I., & Effendi, R. (2012). Struktur dan fungsi mantra masyarakat Dayak Deah Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Jurnal Bahasa Dan Sastra 1 (1), 1--16.

Kosasih. (2012). Dasar-dasar keterampilan bersastra. Bandung: Yrama Widya.

Maknuna, L. L., Mustamat, & Ningsih, S. (2013). Mantra dalam tradisi pemanggil hujan di situbondo: Kajian struktur, formula, dan fungsi. Jurnal Publika Budaya 1 (1), 1—15.

Mugeni, Muhammad, et al. (2005). Mantra Banjar. Banjarbaru: Balai Bahasa Banjarmasin.

Rohim, et a. (2014). Nilai budaya dalam mantra Banjar. Jurnal Bahasa dan Sastra 1 (1), 204-214.

Saputra, H. S. (2007). Memuja mantra: sabuk mangir dan jaran goyang masyarakat suku Using Banyuwangi. Yogyakarta: LkiS.

Siswantoro. (2011). Metode penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sunarti, et al. (1978). Sastra lisan banjar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Suwatno, E. (2012). Bentuk dan isi mantra. Jurnal Humaniora 16 (3), 320—331.

Zaidan, Rozak, et al. (2000). Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Zulfahnur, Z. F. (1999). Sejarah sastra Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Balai Bahasa Kalimantan Selatan

Jalan Ahmad Yani Km 32,2, Loktabat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telepon (0511) 4772641; Faksimile (0511) 4784328

Pos-el: jurnal.undas@kemdikbud.go.id

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License 

 

Undas Indexed By

   

 

 @2016