Kepercayaan terhadap Berbagai Larangan pada Wanita Hamil di Dusun Tlogorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

Sindy Ardina Ayu Firnanda, Eggy Fajar Andalas

Abstract


The belief of the prohibitions on pregnant women in Tlogorejo, Lawang District, Malang Regency, is considered as one of the oral literary works. The community has various kinds of cultural traditions that still going on to this day, especially Javanese culture which is still preserved until now. This study aims to determine the community beliefs of the prohibitions on pregnant women and uses qualitative methods with data collection techniques using secondary and primary data. The data were obtained by conducting interviews with informants from the village and were analyzed using Roland Barthes semiotic theory. The results showed that the community believe that pregnant women (1) cannot go out at sunset, (2) cannot eat at the door, (3) cannot put a towel around their neck, (4) cannot kick the water, and (5) are not allowed to sleepover from place to place.

 

Abstrak

Kepercayaan terhadap larangan wanita hamil di Dusun Tlogorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu karya sastra lisan. Masyarakat memiliki berbagai macam tradisi kebudayaan yang melekat sampai saat ini, khususnya kebudayaan Jawa, dan masih dilestarikan, salah satunya kepercayaan terhadap larangan wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan masyarakat terhadap larangan-larangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap narasumber yang berasal dari dusun tersebut. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yaitu analisis dengan menggunakan unsur tanda atau simbol dan terdapat dua makna, yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Tlogorejo memercayai jika wanita hamil (1) tidak boleh keluar pada saat magrib, (2) tidak boleh makan di depan pintu, (3) tidak boleh mengalungkan handuk di leher, (4) tidak boleh menendang-nendang air, dan (5) tidak boleh tidur berpindah-pindah tempat.


Keywords


Tradisi Jawa, Kepercayaan, Ibu hamil

References


Adung, N., Arifin, M. B., & Rijal, S. (2020). Pemali dalam Budaya Etnik Manggarai Nusa Tenggara Timur di Samarinda: Suatu Tinjaun Semiotika. Ilmu Budaya Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 4(April), 250-263.

Arifin, M., & Khadijah. (2016). ISLAMDANAKULTURASI BUDAYA LOKAL DI ACEH (STUDI TERHADAP RITUAL RAH ULEIDI KUBURAN DALAM MASYARAKAT PIDIE ACEH). 15(2), 251-284.

https://doi.org/10.22373/jiif.v15i2.545

Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Makna Denotasi Dan Konotasi Dalam Tari Remo (Ngremong). GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 2(1), 55-69. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p55-69

Farizal Alam, Z. Q. (2018). Hadis dan Mitos Jawa. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 3(1), 109. https://doi.org/10.21043/riwayah.v3i1.3440

Farlikhatun, L. (2021). Pengaruh Adat Istiadat Budaya dengan Kesehatan Ibu Hamil. Jurnal Antara Kebidanan, 4(4), 184-190.

Irmawati, W. (2017). Reinterpretasi Filosofis Mitos Seputar Kehamilan dalam Masyarakat Jawa di Surakarta: Dari Imajinatif Kreatif Menuju Filosofis yang Dinamis. Bauna Gender, 2(2).

https://doi.org/10.22515/bg.v2i2.1097

Kartikowati, S., & Hidir, A. (2014). Sistem kepercayaan di kalangan ibu hamil dalam masyarakat melayu. Parallela, 1(2), 159-167.

Kusuma, P. K. N., & Nurhayati, I. K. (2019). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Ritual Otonan Di Bali. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(2), 195. https://doi.org/10.24198/jmk.v1i2.10519

Machfud, M., Sugiarti, & Suwandi. (2022). Kepercayaan Sebagian Lisan Masyarakat Desa Kraton ( Kajian Folklor Sebagian Lisan ). 1(1), 1-10.

Maharani, R. (2018). Penerapan Falsafah Narimo Ing Pandum dalam Pendekatan Person-Centered untuk Mengatasi Depresi Remaja. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling), 2(1), 205-212. http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SNBK/article/view/491

Priyadi, S. (2012). Konflik Sosial Tabu Nikah Pada Masyarakat Perdesaan Di Purbalingga Dan Banyumas. Humaniora, 18(2), 165-177. https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/874

Rosdiana. (2019). Analisis struktural mitos tujua ri galesonga kabupaten takalar ( strukturalisme levi-strauss).

Siti, I., & Mayasari, S. (2015). STUDY OF DEVELOPING THE MYTHS OF PREGNANCY IN BPS Zubaidah. University Research Colloquium 2015, 64-72.

Umayah, P., Sinaga, R. M., & Ekwandari, Y. S. (2019). Mitos Bagi Wanita Hamil pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman. FKIP Unila, 01.

Wewengkang, N. D. (2018). Makna Budaya Dalam Mitos Di Minahasa. Kadera Bahasa, 10(2), 105-119.

https://doi.org/10.47541/kaba.v10i2.48

Wismanto, A. (2019). Strukturalisme Mistik: Tahayul/Mitos/Dongeng De Saussure (1857-1913) & Roland Barthes (1915-1980). Sasindo, 6(1). https://doi.org/10.26877/sasindo.v6i1.3699




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v11i1.3405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.