JAGAD ALUS MISTIS JAWA DALAM CERPEN-CERPEN DANARTO DAN FANTASI MAGIS TERNATE DALAM NOVEL CALA IBI KARYA NUKILA AMAL

Tjahjono Widijanto

Abstract


Artikel ini mengkaji kumpulan cerpen Godlob karya Danarto dan novel Cala Ibi karya Nukila Amal dari sudut pandang realisme magis. Realisme magis dipahami sebagai gaya estetetik yang mengandung unsur-unsur magis bercampur aduk dengan realitas. Dalam realisme magis wilayah mistis dan realitas empiris diperlakukan sejajar karena yang fantasi dan supranatural mengakar pada realitas kultural dan historis. Kajian dalam tulisan ini berdasarkan pandangan bahwa teks sastra pasti akan terpengaruh oleh kultur masyarakat dan pengarangnya. Muatan makna yang terdapat di dalam karya sastra akan dipengaruhi dan ditentukan oleh kosmologi budaya, nila-nilai, norma, konvensi sosial budaya atau bahkan ideologi pengarangnya. Metode dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata atau kalimat tertulis yang menunjukkan kadar realisme magis dalam cerpen-cerpen Danarto yang terkumpul dalam kumpulan cerpen Godlob dan dalam novel Cala Ibi karya Nukila Amal. Dalam kumpulan crpen Godlob karya Danarto maupun novel Cala Ibi Nukila Amal dapat ditemukan ciri-ciri realisme magis, yakni elemen yang tidak dapat direduksi, dunia fenomenal, keraguan-keraguan yang menggoyahkan, penggabuangan antara yang magis fantasi dengan realitas dan rusaknya batas, ruang, waktu dan identitas. Dalam cerpen-cerpen Danarto, realisme magis berlandaskan mistisisme Jawa berupa konsep-konsep sangkan paraning dumadi, mulih-mulanira, dan manunggaling kawula-gusti, sedangkan dalam novel Cala Ibi, realisme magis berdasarkan  mitos-mitos historis Ternate, dan sufisme Islam dengan konsep wahdatul wujud.

Abstract: These article investigate the short story collections of Godlob by danarto and novel Cala Ibi by Nukila Amal from from point of view magical realism. Magical realism is being understood as an aesthetic style which is consist of magical elements that mixed by reality. In magical realism, the mistic and empirical reality treated parallely because of the fantasy and supranatural which is rooted to cultural and historical reality. The study of these writing based on a view that literature writing will be affected and determined cultural cosmology, values, norm, cultural social converence or even the writer ideology. The metode in these writing using descriptive qualitative metode, that is research procedure which is produced descriptive datas contain word`s or `written sentences pointed Godlob and the novel Cala Ibi by Nukila Amal can be found in the magical realism: elements that cannot be reducted, fenomenal world, faltering doubts, merging between magical fantasy with reality and the damage limit, space, time and identity. In Danarto’s short story, magical realism based on Javanese mistism such as concept sangkan paraning dumadi,mulih mulanira and manunggaling kawula gusti. While in the novel Cala Ibi, magical realism based on Ternate historical myths and Islamic sufism with wihdatul wujud comcept.


Keywords


: Jagad alus, mistis Jawa, fantasi magis, dan realisme magis.

References


Amal, Nukila. (2003). Cala Ibi: Jakarta: Pena Gaia Klasik.

Amir, Hazim. (1991). Nilai-nilai Etis dalam Wayang. Jakarta: Sinar Harapan

Atjeh, Abubakar. (1989). Pengantar Sejarah Sufi dan Tassawuf. Solo: Ramadhani.

Bal, Mieke. (1990). Narratology: Introduction to The Theory og Narrative.Toronto: University of Toronto Press

Belvis, Cyril. (2013). Death, Event, and a Deconstruction of Gihapon in Flores ni Maria Santisima. Kritika Kultura 20: 047DOI: http://dx.doi.org/10.13185/g839

Bruckhardt. (1984). Mengenal Ajaran Kaum Sufi. Jakarta: Pustaka Jaya.

Danarto, (1987). Godlob. Jakarta: Grafiti Press.

Endraswara, Suwardi. (2004). Dunia Hantu Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Faris, Wendi B. (2004). Ordinary Enchanment: Magical Realisme and the Remystification of Narrative. Nashvile: Vanderbilt University Press.

Faruk, (2012). Metode Penelitian sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jacson, Rosemary. (1981). Fantasi: The Literature of Subversion. London: Metheun.

Kalabadzi. (1990). Ajaran Kaum Sufi. Jakarta: Pustaka Jaya.

Mashuri. (2012). “Realisme Magis Vs Naipaul: Sebuah penjelajahan Awal”. Makalah, disampaikan dalam kelas sastra Realisme Magis di Balai Soedjatmoko, Solo, 15 Desember 2012.

Prihatimi, Th. Sri Rahayu. (1993). Fantasi dalam Kedua Kumpulan Cerpen Danarto. Jakarta: Balai Pustaka.

Sugiharto, Bambang. (2003). Mistisisme Linguistik Nukila Amal. Pustaka Loka Kompas. Sabtu 24 Mei 2003.

Sunlie, Thomas Alexander. (2014). “Perempuan China-Amerika di Antara Hantu-hantu: Realisme Magis dalam karya Maxine Hong Kingston”. Dalam Poetika Jurnal Ilmu Sastra. Volume II No, 1, April 2014

Swinfen, Ann. (1984). In Defence of Fantasy. London: Routledge & Kegen Paull.

Widijanto, Tjahjono. (1988). Sastra Indonesia dari Kapujanggaan Hingga Kapitalisme, Dari Sufistik ke Kapitalistisk. Jurnal Ulumul Qur’an, no 1/VIII, 1988.

Widijanto, Tjahjono. (2010). “Jagad Fantasi, konsep-konsep Sufistik Hingga Sihir Retorika: Telaah Atas Novel Cala Ibi”. Dalam Dari Zaman Citra ke Metafiksi: Bunga Rampai Telaah Sastra DKJ. (Penyunting Zen Hae). Jakarta: Kompas Gramedia Group.

Yapi Taum, Yoseph. (2016). Kegelisahan Eksistensi Joko Pinurba: Sebuah Tanggapan Pembaca. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 5 (2), 23--41. https://doi.org/10.26499/jentera.v5i2.364




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v7i1.682

Refbacks

  • There are currently no refbacks.