BAHASA OIRATA, PULAU KISAR

Nazarudin Nazarudin

Abstract


Bahasa Oirata adalah sebuah bahasa yang terancam punah yang dituturkan oleh suku Oirata di wilayah Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sebagai sebuah bahasa dengan penutur sekitar 1500 orang, bahasa ini dianggap sebagai bahasa minoritas yang masuk dalam kategori terancam punah yang hidup berdampingan dengan bahasa Meher dengan penutur lebih dari 10.000 orang. Dengan demikian, cukup menarik untuk melihat bagaimana kedua bahasa tersebut saling berinteraksi. Berdasarkan temuan di lapangan, dapat diketahui bahwa kedua penutur bahasa ini berinteraksi dengan menggunakan bahasa Melayu Ambon. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada vitalitas bahasa Oirata dan deskripsi kebahasaan yang terdiri dari sistem fonologi dan proses morfologis yang terdapat dalam bahasa itu.

Keywords


Bahasa Oirata, penutur, terancam punah, fonologis, morfologis

Full Text:

PDF

References


Capell, A. 1944. “People and Language of Timor”. Oceania, vol. 14, no. 4. Oceania Publications, University of Sydney.

Crystal, David. 2000. Language Death. Cambridge: Cambridge University Press.

De Josselin de Jong, J.P.B. 1937. Studies in Indonesian Culture[.] Oirata. A Timorese Settlement on Kisar. Amsterdam: Uitgave van de N.V. Noord-Hollandsche Uitgevers-Maatschappij.

Florey, Margaret Florey and Aone van Engelenhoven. 2000. “Mollucan Languages in the Netherlands: Documenting Moribund Languages in an Immigrant Setting,” Ogmios Newsletter, Vol. 2. 2, Spring - 1 May.

Hoffman, John. 1979. “A Foreign Investment: Indies Malay to 1910”, Indonesia 27 (April).

Hoed, Benny H. 2011. “Ekologi Bahasa, Revitalisasi Bahasa, Identitas dan Tantangan Global dalam Masyrakat Indonesia yang Multikutur,” tulisan untuk “Seminar Pengembangan dan Perlindungan Bahasa-Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa, PMB-LIPI, Jakarta, 15 Desember.”

Holton, Gary, et. al. 2012. “The Historical Relations of the Papuan Languages of Alor”. Oceanic Linguistics, Vol. 51 No. 1. Hawai : Univ. of Hawai Press.

Klamer, Margaretha Anna Flora. 2002. Typical Features of Austronesian Language in Central/Eastern Indonesia. Oceanic Linguistics, volume 41, Number 2, 363-383. Hawai University Press.

Lauder, Multamia RMT. 2011. “Pengelolaan dan Pemberdayaan Bahasa-Bahasa yang Berpotensi Terancam Punah,” tulisan pada Seminar Pengembangan dan Perlindungan Bahasa-Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa pada tanggal 15 Desember, Jakarta: Widya Graha LIPI.

Lombard, Denys. 1996. Nusa Jawa: Silang Budaya Kajian Sejarah Terpadu, Bagian I: Batas-Batas Pembaratan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mandala, Halus. 2010. “Evolusi Fonologis Bahasa Oirata Dan Kekerabatannya Dengan Bahasa-Bahasa Nonaustronesia Di Timor Leste,” Disertasi Program Doktor Program Studi Linguistik, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.

Sahasilawane MH, Dra. Ny. F. 2008. "Sejarah Kerajaan Kisar" Jurnal Penelitian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Pelestarian Budaya dan Nilai Tradisional, Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Taber, Mark, ed. 1996. Atlas Bahasa Maluku. Ambon, Maluku: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Maluku, Universitas Pattimura dan Summer Institute of Linguistics.

-------. 1993. “Toward a Better Understanding of the Indigenous Languages of Southwestern Maluku”. Oceanic Linguistics, Vol. 32 No. 2. Hawai : Univ. of Hawai Press.




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v2i1.51

Refbacks

  • There are currently no refbacks.