Analisis Semiotika Sosial M.A.K. Halliday Novel Ghoky Aku Papua Karya Johan Gandegoay

Insum Malawat

Abstract


This research aims to describe and interpret the social and cultural symbols of the language used in the novel Ghoky Aku Papua by Johan Gandegoay as the subject. The research objects are the discourse field, discourse actors, and discourse means. The method used is Halliday's social semiotics content analysis model. Data collection techniques include (1) reading the GAP novel; (2) write the speeches of the characters which contain elements of discourse fields, discourse participants, and discourse means; and (3) classification of data in the form of clauses into tables containing discourse fields, discourse participants, and discourse means. Data analysis techniques are as follows. Identify and interpret signs and symbols that describe Papuan identity; describe and interpret the speech of the characters which represent the Papuan social context; and identifying and interpreting the speech of characters that represent language variations or styles. Based on the results of text analysis, it is concluded as follows. The discourse field in the novel GAP displays the socio-cultural environment of the Papuan people in coastal areas. The character highlighted regarding the identity of coastal people is open and communicative with various levels of society, both OAP and non-OAP. The language symbols that mark the Papuan social context are marked by Papuan dialects such as ko (you), pace (adult man), paitua (father), bitter melon fish tail, penggayu feet, and stilt houses as the identity of coastal communities. This component is present to represent the function of ideational metalanguage. Discourse involvement is shown through the presence of figures and their role as representatives of the socio-cultural community of the Papuan people and agents of change. This section reflects on the interpersonal function of language. Components of discourse means are displayed through the use of language styles, including metaphor, personification, polysynthesis, hyperbole, rhetoric, hypocorism and repetition. The means of discourse present represent the textual function of language.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan memaknai simbol-simbol sosial budaya bahasa yang digunakan dalam novel Ghoky Aku Papua karya Johan Gandegoay sebagai subjek. Objek penelitian adalah medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Metode yang digunakan adalah semiotika sosial Halliday model analisis isi. Teknik pengumpulan data meliputi (1) membaca novel GAP; (2) menuliskan tuturan dari para tokoh yang mengandung unsur medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana; dan (3) klasifikasi data berbentuk klausa ke dalam tabel yang berisi medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Teknik analisis data sebagai berikut. Mengidentifikasi dan memaknai tanda-tanda dan simbol-simbol yang menggambarkan identitas kepapuaan; menggambarkan dan memaknai tuturan para tokoh yang merepresentasikan konteks sosial kepapuaan; dan mengidentifikasi dan memaknai tuturan para tokoh yang melambangkan variasi atau gaya bahasa. Berdasarkan hasil analisis teks, disimpulkan sebagai berikut. Medan wacana dalam novel GAP menampilkan lingkungan sosial budaya masyarakat Papua di wilayah pesisir. Karakter yang ditonjolkan terkait identitas orang pesisir adalah terbuka dan komunikatif dengan berbagai lapisan masyarakat, baik OAP maupun non-OAP. Lambang bahasa yang menandai konteks sosial kepapuaan kepapuaan ditandai dengan dialek Papua seperti ko (kamu), pace (pria dewasa), paitua (bapak), ekor ikan pare, kaki penggayu, dan rumah panggung sebagai identitas masyarakat pesisir pantai. Komponen ini hadir mewakili fungsi metabahasa ideasional. Pelibat wacana ditunjukkan melalui kehadiran para tokoh dan perannya sebagai wakil komunitas sosial budaya masyarakat Papua dan agen perubahan. Bagian ini merefleksikan fungsi interpersonal bahasa. Komponen sarana wacana ditampilkan melalui penggunaan gaya bahasa antara lain metafora, personifikasi, polisindeton, hiperbola, retorik, hipokorisme, dan repetisi. Sarana wacana hadir mewakili fungsi tekstual bahasa.


Keywords


membaca kritis; semiotika sosial bahasa Halliday; novel

Full Text:

PDF

References


Abdulrahman Almurashi, W. (2016). An Introduction to Halliday's Systemic Functional Linguistics. Journal for the Study of English Linguistics, 4(1), 70. https://doi.org/10.5296/jsel.v4i1.9423

Abdullah, dkk. (2020). Elemen Multimodaliti dalam Karya Kartun Menerusi Mod Linguistik dan Mod Visual. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 8(2), 28-39.

Angre, A. G., & Anwar, M. (2023). Transivitas dalam Pidato Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional 2021. Nuances of Indonesian Language, 4(1), 18-24. https://doi.org/10.51817/nila.v4i1.346

Ardin, A. S., Lembah, G., & Ulinsa. (2020). Gaya Bahasa dalam Kumpulan Puisi Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono (Kajian Stilistika). Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(4), 50-59.

Canadia, Putri Sindi. (2021). Analisis Interpersonal Meaning pada Tuturan Tokoh Marcus dalam Short Film "Loop". Mahadaya, 1(2). https://doi.org/10.34010/mhd.v1i2.5390

Dwi Andhini, A., & Arifin, Z. (2022). Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari: Kajian Stilistika dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di Sma. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2 (2), 44-57. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i2.3882

Darmawati, M.R. (2019). Fungsi Ideasional dalam Bahasa Kaili: Sebuah Tinjauan Linguistik Sistemik Fungsional. http://dx.doi.org/10.26499/kaba.v10i2.44.

Gandegoay, Johan. (2018). Ghoky Aku Papua. Yogyakarta: Indie Book Corner.

Hapsari, V. K. (2019). Proses Verbal Relasional Halliday: Representasi Linguistik Pada Strategi Persuasif. Doctoral dissertation. Universitas Komputer Indonesia.

Herdiana. (2021). Penggunaan Gaya Bahasa pada Kabar Priangan. 5(6). https://doi.org/10.25157/literasi.v5i2.5877

Imran, A. H. (2014). Semiotika Sosial sebagai Alat Analisis Teks dalam Penelitian Komunikasi Kualitatif. Insani, 1(1).

Kartini, K., & Anwar, M. (2023). Modalitas Bahasa Media dalam Era Literasi Digital: Kajian Linguistik Sistemik Fungsional. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1).

Khadijah, K. (2017). Wacana Nasionalisme dalam Novel Penakluk Badai Karya Aguk Irawan Mn. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 12(1), 35-56. https://doi.org/10.23971/jsam.v12i1.463

Lobodally, A. (2014). Transformasi Simbolik Homoseksual di Televisi (Sebuah Studi Analisis Semiotika Barthes dan Semiotika Sosial MAK Halliday dalam Program CS: File Kompas TV). SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 8(1), 79-107. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v8i1.959.g849

Luardini, M. A. (2009). Fungsi Bahasa ( dalam Legenda Rakyat Kalimantan Tengah). Jurnal Linguistika, 16(30). https://doi.org/10.24843/ling.2023.v30.i02

Mujiyanto, Y. (2011). Pestrukturan Klausa Interpersonal Dalam Penerjemahan Novel Berbahasa Inggris. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1).

Munawwar, M., Subyantoro, S., & Pristi, R. (2021). Representasi Eksperiensial dalam Teks Eksplanasi Tulisan Siswa SMA Negeri 2 Mamuju. Jermal: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, 2(2), 219-228. https://doi.org/10.31629/jermal.v2i2.3908

Munir, S., S. Haryati, N., & Mulyono. (2013). Diksi dan Majas dalam Kumpulan Puisi Nyanyian dalam Kelam Karya Sutikno W. S: Kajian Stilistika. Jurnal Sastra Indonesia, 2(1), 1-10. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi.

Nawiroh, S., & Dita, R. (2020). Konstruksi Kecantikan Perempuan Pada Feature How To Do di Kanal Beauty Fimela.Com Construction of Women'S Beauty on the Feature How To Do in the Beauty Fimela.Com. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 17(1), 38-49. https://doi.org/10.36451/j.isip.v17i1.36

Novi, S., Hasibuan, H., Wuriyani, E. P., & Harahap, R. (2022). Tradisi Lisan Adat Mandailing Kajian Semiotik "Makkobar". JOEL: Journal of Educational and Language Research, 1(10), 1477-1486.

Neuman, Lawrence W. (2013). Metodologi Penelitian Sosial:Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Diterjemahkan oleh Edina T. Sofia. 2013. Jakarta: PT Indeks.

Ramadhan, H. F. A. (2023). Islamofobia dan Konstruksi Media Massa: (Analisis Semiotika Sosial MAK Halliday pada Pemberitaan Media Massa Barat Mengeni Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022). Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media dan Cinema, 5(2), 205-215.

Restuningsih, M. A., Nyoman, D., & Sudiana, N. (2017). Kemampuan Membaca Kritis Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Membaca pada Siswa Kelas V Sd Kristen Harapan Denpasar. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 1(1), 45-54. https://doi.org/10.23887/jpdi.v1i1.2680

Rosita Rita, N. S. (2021). Meningkatkan Keterampilan Membaca Kritis Buku Teks dalam Belajar Sejarah Melalui Metode Search, Solve, Create and Share (SSCS). FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 9(2), 175-190. https://doi.org/10.17509/factum.v9i2.27155

Sari, A. K., Sari, S., & Risdiyanto, B. (2018). Analisis Semiotika Sosial Pemberitaan Kasus Korupsi E-Ktp di Situs Liputan6.Com. Profesional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 4(1). https://doi.org/10.37676/professional.v4i1.452

Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu "Bertaut" Nadin Amizah: Kajian Stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26-37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373

Sudikan, S. Y. (2015). Pendekatan Interdisipliner, Multidisipliner, dan Transdisipliner dalam Studi Sastra Setya. Paramasastra, 2(1), 1-30. https://doi.org/10.26740/parama.v2i1.1496

Staruss, Anselem dan Juliet Corbin. (2015). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahmat, W., Putri, Y. Z., & Firdaus, W. (2021). Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 170-181.

Turistiati, Ade Tuti. (2017). Literasi Media Siswa dalam Penggunaan Internet di Sekolah Alam Bogor. LUGAS Jurnal komunikasi, 1(2). https://doi.org/10.31334/ljk.v1i2.440

Titscher, Stefan dkk. (2009). Metode Analisis Teks dan Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yassi, A. H. (2016). Model Kerangka Teori Kesantunan yang Efektif Mengkaji Pola Kesantunan Bahasa-bahasa di Indonesia: Mempertanyakan Keuniversalitasan Kerangka Teori Kesantunan Brown & Levinson. Prosiding Seminar Antarbangsa (ASBAM.) Ke-5. Hal, 19-28.

Zainuddin, Z. (2021). Analisis Wacana Konteks dan Teks Sarakopat Etnis Gayo. Bahasa, 32(3), 249. https://doi.org/10.24114/bhs.v32i3.30348




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v12i2.6798

Refbacks

  • There are currently no refbacks.