CERITA RAKYAT PASER DAN BERAU DALAM TINJAUAN EKOLOGI SASTRA

Tri Amanat

Abstract


Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan keterkaitan antara ekologi dengan folklor yang ada di daerah Paser dan Berau (Kalimantan). Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif kualitatif. Cerita yang dikaji diambil sebagai sampel dengan pertimbangan telah mewakili latar ekologi yang ada dalam semua cerita yang terkumpul (hutan, gunuung/darat, dan sungai). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah ekologi sastra dan folklor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat Paser dan Berau. Hal ini tergambar dari unsur-unsur ekologis yang mereka angkat dalam cerita-cerita rakyatnya. Dalam ketiga cerita rakyat yang diambil sebagai sumber data dalam kajian ini, yaitu Burung Hantu dan Tujuh Pencari Rotan (BHTPR),  Bang Dalay (BD), dan Gunung Martaruning (GM), hutan sebagai unsur ekologis tidak hanya diangkat sebagai latar cerita, tetapi lebih dari itu, sebagai topik yang mendukung cerita. Ini ditunjukkan oleh munculnya istilah-istilah atau kosakata khas yang mengacu pada nama-nama flora, fauna, dan konsep atau tradisi yang memperkuat pesan cerita, yaitu pentingnya hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Selain itu, di dalam ketiga cerita tersebut juga ditemukan nilai-nilai kearifan yang berhubungan dengan perlakuan terhadap alam, seperti hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat berada di hutan dan cara-cara pemanfaatan hutan yang berkelanjutan dan tidak eksploitatif. 


Keywords


Sastra Interdisipliner

Full Text:

PDF

References


CFM, Januminro. 2000. Rotan Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Dransfield, J & Manokaran, N. 1996. Plant Resources of South-East Asia 6 : Rattans (terjemahan). Yogyakarta: UGM Press

Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widatama.

Iskandar, D. T. 2000. Turtles dan Crocodilus of Indonesia dan Papua Nugini. Bandung: PALMedia Citra.

Irwan, Z. D. 2003. Prinsip- Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Jakarta: Bumi Aksara.

Pollun, Nicholas. 1960. Pengantar Geografi Tumbuhan dan beberapa ilmu serumpun. Yogyakarta: UGM Press

Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sayuti, Suminto A. 2007. Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Sudarnadi, Hartono. 1996. Tumbuhan Monokotil. Jakarta : Penebar Swadaya

Artikel Jurnal/Prosiding:

Ardi, Halind. 2004. Tantangan dan Peluang Pengembangan Tanaman Aren (Arenga pinnata) di Provinsi Kalimantan Tengah. Seminar Nasional ”Pengembangan Tanaman Aren. Halaman 44—57.

Asysyifa. 2007. Aspek sosial ekonomi sistem perladangan Suku dayak Meratus Kecamatan Loksado Kalimantan Selatan. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Atmoko, Tri, Ani Mardiastuti, dan Entang Iskandar. 2013. Struktur Kelompok dan Penyebaran Bekantan (Nasalis larvatus Wrumb) di Kuala Samboja, Kalimantan Timur. Makalah. Seminar Ilmiah Nasional Ekologi dan Konservasi Sumberdaya Hayati dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Makasar. Halaman 29-32.

Boonratana, R. 2000. Ranging behaviour of proboscis monkeys ( Nasalis larvatus ) in the Lower Kinabatangan, Northern Borneo. International Journal of Primatology. Halaman 497-518

Putra, Haris Andaya, Chandradewana Boer, dan Muchlis Rachmat. 2005. Evaluasi Teknik Pemanenan Sarang Burung Walet (Collocalia Spp.) Di Kabupaten Berau (Studi Kasus di Gua Murni dan Gua Ranggasan). Jurnal Kehutanan UNMUL 1(2).

Susilo, Heru. 2015. Persyaratan Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Ke Cina Terkait Adanya Isu Cemaran Nitrit. Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewan.

Artikel Internet

Anonim. 2014. Menjawab Tuduhan Sex Bebas di antara Dayak Punan. Didapat dari: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/19/menjawab-tuduhan-sex-bebas-diantara-dayak-punan/ (Dikases tanggal 7 Desember 2017, pukul 13.51)

Arkanudin. 2012. Sistem Perladangan dan Kearifan Tradisional Orang Dayak dalam Mengelola Sumber Daya Hutan. Didapat dari: http://prof-arkan.blogspot.co.id/2012/04/sistem-perladangan-dan-kearifan_25.html (diakses tanggal 7 Desember 2017 pukul 09.02)

Budiwiyanto, Adi. 2012. Korpus dalam Penyusunan Kamus. Didapat dari: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1580 (diakses tanggal 4 Desember, pukul 13.12)

Hidayat, Taufik. …. Memanen Madu, Melestarikan Hutan. Didapat dari: https://www.nature.or.id/blog/memanen-madu-melestarikan-hutan.xml. (diakses tanggal 30 November, pukul 09.32)

Husada, Priya. 2016. Suku Punan, Suku Dayak Pedalaman yang Bermata Biru. Didapat dari: https://www.kompasiana.com/priyo15/suku-punan-suku-dayak-pedalaman-yang-bermata-biru_578e544cd79373350eaa27b7 (Diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 13.55)

Ibo, Ahmad. …. Talawang, Pertahanan Terakhir Suku Dayak. Didapat dari: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/talawang-pertahanan-terakhir-suku-dayak (Diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 13.10)

Putra, Lutfy Mairizal. 2017. Mengenal Bekantan, Primata Asli Borneo yang Sedang Melawan Kepunahan. Didapat dari: http://sains.kompas.com/read/2017/12/06/190900723/mengenal-bekantan-primata-asli-borneo-yang-sedang-melawan-kepunahan. (Diakses tanggal 9 Desember 2017 pukul 09.46.)

Rusyana, Yaya. 2011. Pinang Hutan (Pinanga kuhlii). Didapat dari: http://floranegeriku.blogspot.co.id/2011/06/pinang-hutan-pinanga-kuhlii.html (Diakses tanggal 4 Desember 2017, pukul 14.14)

Wibowo, Arif. 2008. Hutan: Darah dan Jiwa Dayak. https://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2008/09/02/hutan-darah-dan-jiwa-dayak/. (diakses tanggal 27 November 2017, pukul 08.06.)

Rudito, dkk. 2016. Karakterisasi Parsial Gadung Dayak Kalimantan (Dioscorea hispida) sebagai Dasar Eksplorasi Untuk Pangan Alternatif. Prosiding Seminar Nasional pembangunan Pertanian. Halaman 108—112.

Sumber Internet

http://berau.prokal.co/read/news/45757-walet-berau-terancam-punah.html (diakses tanggal 22 November 2017, pukul 12.34)

http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-moratorium/ (diakses tanggal 28 November 2017, pukul 08.52)

http://www.disbudpar.baritoselatankab.go.id/tag/buah-buahan-langka-kalimantan-yang-ada-di-barito-selatan/ (diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 14.29)

https://www.en.wikipedia.org/wiki/Bukitan_people (diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 09.08)

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/07/18/25-buah-buahan-asli-hutan-kalimantan-yang-tak-pernah-kita-lihat (diakses tanggal 4 Desember 2017, pukul 15.57)

https:// www.id.wikipedia.org/wiki/Beruang_madu (diakses tanggal 30 November 2017, pukul 10.23)

https:// www.id.wikipedia.org/wiki/Enau (diakses tanggal 28 November 2017, pukul 10.18)

https:// www.id.wikipedia.org/wiki/Hutan_hujan_tropika (diakses tanggal 24 November 2017, pukul 14.23)

https:// www.id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Punan (diakses tanggal 24November 2017, pukul 14.29)

https:// www.id.wikipedia.org/wiki/Sumpit (senjata) (diakses tanggal 30 November 2017, pukul 13.08)

https://www.id.wikipedia.org/wiki/Talawang (diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 13.15)

https://www.kabarkalsel.info (diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 14.31)

https://www. kbbi.kemdikbud.go.id/entri/moratorium (diakses tanggal 4 Desember, pukul 10.33)

http://www.mongabay.co.id/2013/10/25/penelitian-pemanasan-global-bisa-mengubah-pola-hujan-tropis/ (diakses tanggal 7 Desember 2017, pukul 09.04)

https://www.nationalgeographic.com/animals/mammals/s/sun-bear/ (diakses tanggal 28 November 2017, pukul 08.16

http://nationalgeographic.co.id/berita/2017/12/bekantan-primata-endemik-pulau-kalimantan-kini-menghadapi-ancaman-kepunahan (diakses tanggal 5 Desember 2017, pukul 15.29)

http://wwf.panda.org/about_our_earth/species/profiles/mammals/sun_bear/ (diakses tanggal 28 November 2017, pukul 08.16)

https://lifestyle.okezone.com/read/2012/05/01/299/621981/apa-beda-antara-terasi-belacan

http://para-pencariinfo.blogspot.co.id/2014/06/pantangan-di-hutan-kalimantan.html (diakses tanggal 25 Oktober 2017, pukul 09.17)

http://geofebrhy.blogspot.co.id/2014/01/rotan-dan-penyebarannya-di-indonesia.html

http://anniswihastin.blogspot.co.id/2013/10/kebudayaan-suku-dayak-dalam-menjaga.html

https://forestsnews.cifor.org/44242/mempelajari-penyebab-deforestasi-di-kalimantan?fnl=id




DOI: https://doi.org/10.26499/jk.v15i2.956

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

 

Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231

Telepon(0401) 3135289, 3135287

pos-el: kandaisultra@gmail.com

 



-->