JEJAK NASIONALISME SAJAK-SAJAK DALAM KORAN MASYARKAT BARU

Dwi Hariyanto

Abstract


                                                      Abstrak


Sejarah mencatat bahwa terbitnya koran Masyarakat Baru pada masa awal kemerdekaan menjadi tonggak sejarah sastra modern di Kalimantan Timur. Koran Masyarakat Baru menjadi media bagi para sastrawan Kalimantan Timur dan sekitarnya untuk mengekspresikan gejolak jiwanya melalui karya puisi. Puisi yang dimuat dalam koran Masyarakat Baru ini menarik dikaji karena pada masa
tersebut bangsa Indonesia dalam masamasa awal kemerdekaan. Selain itu, sajaksajak pada masa itu layak mendapat apresiasi karena merupakan puisi modern yang terdokumentasikan pertama kali dalam media cetak yang terbit di Kalimantan Timur pada masa awal kemerdekaan. Pengkajian sajak-sajak dalam koran Masyarakat Baru ini menggunakan pendekatan struktural dinamik dengan
memanfaatkan semotik untuk mengungkapkan makna-makna yang terdapat dalam puisi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan hasil analisis dipaparkan secara deskriptif. Analisis menunjukkan bentuk nasionalisme puisi yang terbit di koran Masyarakat Baru adalah cinta tanah air, jati diri bangsa, dan semangat perjuangan. Hal ini menunjukkan bahwa sastrawan Kalimantan Timur mencoba membangkitkan semangat nasionalisme dan kebangsaan melalui puisi.


Kata kunci: sajak, nasionalisme, koran Masyarakat Baru

 

 

                                                        Abstract


History shows that the publication of Masyarakat Baru newspaper in the beginning of independence era became a milestone of modern literature in East Kalimantan. For East Kalimantan’s litterateurs, it turned out to be a media to express their excitement through poems. The poems published in Masyarakat Baru newspaper
are interesting to study since in that era Indonesia was in the beginning of independence era. In addition, verses in that era should be properly appreciated as they were first modern poems documented in printed media in East Kalimantan. This study uses dynamic structural approach and semiotics to figure out the meanings of the poems. It is a qualitative study and the result is descriptive. It reveals that the forms of nationalism in the poems are patriotism, national identity, and spirit to struggle that illustrate East Kalimantan litterateurs’ effort to revive the spirit of nationalism through poems.


Keywords: verse, nationalism, Masyarakat Baru newspaper


Full Text:

PDF

References


Murtadho, Ahmad., dkk. 2004. “Puisi Indonesia di Kalimantan Timur (Tahap I)”. Samarinda. Bagian Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Provinsi Kalimantan Timur. Departemen Pendidikan Nasional.

Pernyata, H. Syafruddin dan Misman RSU. 2002. Antologi Menyambut Fajar. Yogyakarta. Dewan Kesenian Daerah Kalimantan Timur.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2012. Pengkajian Puisi. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode,

dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: Teori, Ideologi, Sejarah. Terj. Frans Kowa. Jakarta: Erlangga.

Teeuw, A. 1991. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.26499/loa.v9i2.2083

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

View My Stats

 

 

 

 

-->