STRATEGI BUDAYA TOPENG BETAWI: STUDI KASUS NYI MEH, MAESTRO TOPENG BETAWI

Kiftiawati, Mursalim

Abstract


Abstrak

Topeng Betawi merupakan kesenian tradisional Betawi yang hingga tahun 1970-an sangat terkenal di masyarakat. Pada tahun 2000-an, kesenian ini redup bahkan terancam punah. Masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi yang dilakukan seniman topeng Betawi dalam mempertahankan kesenian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan sejumlah strategi budaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesenian tradisional. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian lapangan, meliputi wawancara dan observasi lapangan terhadap Nyi Meh, maestro topeng Betawi tahun 1970-an. Penelitian ini merujuk pada teori antropologi budaya yang dikemukakan Koentjaraningrat, Keesing, Malinowski, Ranjabar, Alwasilah, Sendjaja, dan Yunus. Temuan penting penelitian ini adalah idealisme Nyi Meh dalam berkesenian dan melestarikan teater topeng Betawi membawanya pada sejumlah strategi dan sikap dalam menghadapi penghargaan yang tidak memadai dari masyarakat ataupun lembaga pengayom. Hasil penelitian lapangan ini melengkapi tesis Yvone Tri Yoga Hoesodoningsih dan disertasi Ninuk Kleden-Probonegoro mengenai Nyi Meh sebagai kembang (primadona/maestro) topeng Betawi.

 Kata kunci: topeng Betawi, strategi budaya, pemertahan budaya


 Abstract

Betawi mask is a Betawi traditional art that until the 1970s was very popular in the community. In the 2000s, this art was dim and even threatened with extinction. The problem of this research is how the strategy used by Betawi mask artists in maintaining the art. The purpose of this study is to formulate a number of cultural strategies undertaken to maintain traditional arts. The method of research conducted by the author is field research including interviews and field observations of Nyi Meh, maestro Betawi mask in the 1970s. This research refers to the cultural anthropology theory proposed by Koentjaraningrat, Keesing, Malinowski, Ranjabar, Alwasilah, Sendjaja, and Yunus. An important finding obtained from this research is Nyi Meh's idealism in performing arts and preserving Betawi mask theater led to a number of strategies and attitudes in the face of inadequate appreciation from the public or the protecting institutions. The results of this field study complement the Yvone Tri Yoga Hoesodoningsih thesis and Ninuk Kleden-Probonegoro's dissertation about Nyi Meh as a Betawi mask flower (excellent/maestro).

 Keywords: Betawi mask, cultural stategy, cultural maintanance


Keywords


kesenian tradisional; strategi budaya; pemertahan budaya

Full Text:

PDF

References


Alwasilah, Adeng Chaedar. 2014. Islam, Culture, and education: Essays on Contemporary Indonesia. Bandung: Rosda Karya.

Collins, James T. 2019. “Language Death in Indonesia: Crisis and Interdisciplinary Collaboration”. Kuliah Umum di FIB UI, 10 Oktober 2018. Makalah tidak diterbitkan.

Grijn, C. D. 1991. Jakarta Malay. Leiden: KITLV Press, 1991.

-------. “Distributional Aspect of Folk Performances in Jakarta Malay Area”, Masyarakat Indonesia, jilid VIII, No. 2 Jakarta: LIPI, 1981.

Hoesodoningsih, Yvone Tri Yoga. 2010. “Seni Pertunjukan Betawi, Kontinuitas dan Perubahannya”. Tesis. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Universitas Indonesia.

Keesing, Roger Martin. 2015. Antropologi Budaya: Suatu Perspektif Kontemporer. Jakarta: Erlangga.

Kleden-Probonegoro, Ninuk. 2015. “Topeng Betawi sebagai Teks dan Maknanya, Suatu Tafsiran Antropologi”. Disertasi. Universitas Indonesia.

Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi, Sejarah Teori Antropologi. Jakarta,

Rineka Cipta.

Malinowski, Bronislaw. 2015. Scientific Theory of Culture and Other Essay. Chapel Hill: The University of North Carolina Press.

Muhadjir dkk. 2012. Peta Seni Budaya Betawi. Jakarta: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Nahak, Hildigardis M. I. 2019. “Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi”. Jurnal Sosiologi Nusantara, vol. 5, no. 1.

Oemarjati, Boen S. 2015. Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.

Ranjabar, Jacobus. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia, Suatu Pengatar. Bandung: Ghalia Indonesia.

Santi, Natalia. “Topeng Betawi di Festival Meksiko” dalam https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180418113053-134-291644/tari-topeng-betawi-di-festival-budaya-meksiko, diakses 20 Oktober 2019, pukul 19.00.

Saputra, Yahya Andi dan Nurzain. 2013. Profil Seni Budaya Betawi. Jakarta: Lembaga Kebudayaan Betawi dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Sendjaja, S. Djuarsa. 1994. Teori Komunikasi. Jakarta, Universitas Terbuka.

Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. https://www.jakarta.go.id.disbudmudeum/senitradi.htm., diakses 21 Oktober 2019, pukul 09.00.

Tim Peneliti Kebudayaan Betawi FIB UI. 2010. Betawi dalam Seni Sastra dan Seni Suara di DKI Jakarta. Depok: FIB UI.

-------. 2011. Langgam Budaya Betawi. Depok: FIB UI.

Yunus, Rasid. 2014. Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa, Studi Empiris Tentang Hayula. Yogyakarta: Budi Utama.




DOI: https://doi.org/10.26499/loa.v15i1.2335

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

View My Stats

 

 

 

 

-->