PERKEMBANGAN KRITIK SASTRA DI SUMATERA UTARA

Lela Erwany

Abstract


Penelitian ini memaparkan sumbangsih  para sastrawan dan kritikus Sumatera Utara dalam perkembangan sastra Indonesia. Para sastrawan yang lahir di Sumatera Utara telah memberi bukti keandalannya dalam menemukan estetika baru dalam karya sastra Indonesia. Para sastrawan dengan latar belakangnya dapat mengangkat budaya daerah masing-masing dalam karyanya. Tujuan  penelitian ini adalah mendeskripsikan  perkembangan sastra dan kritik sastra di Sumatera Utara, serta mendeskripsikan  model kritik  sastra di  Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kritik sastra di Sumatera Utara dimulai pada tahun 1980-an oleh para sastrawan yang menulis artikel berisi ulasan, resensi, timbangan, dan esai pada surat kabar Sinar Indonesia Baru dalam rubrik Abrakadabra yang telah banyak membuka ruang kreatif bagi para sastrawan, wartawan, kolumnis dan sarjana sastra. Model kritik sastra yang ada di Sumatera Utara adalah kritik akademis yang ditulis di perguruan tinggi, kritik sastra akademis yang ditulis untuk proyek penelitian, kritik sastra akademis yang ditulis untuk seminar atau simposium sastra, dan kritik sastra popular yang ditulis untuk surat kabar dan majalah. Kritik sastra feminis  sudah berkembang di Sumatera Utara yang mulai oleh kalangan akademisi di USU dan UNIMED.


Keywords


Kritik Sastra, Penyair Sumatera Utara, Kritik Sastra Feminis.

Full Text:

PDF

References


Aiyub, Z. Pangaduan Lubis, dan D. Syahrial Isa. (2000). Sejarah Pertumbuhan Sastra Indonesia di Sumatera Utara. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Arie Azharie, http://flpsu-medan.blogspot.co.id/2012/02/budaya-kritik-yang-memudar.html, diunduh tanggal 4 April 2016.

Djajanegara, Soenarjati. (2002). Kritik Sastra Feminis; Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

http://www.jendelasastra.com/wawasan/artikel/kini-kritik-kritikus-sastra-sumut, diunduh tanggal 4 April 2016.

http://fachirahla.blogspot.com/2016/10/perkembangan-kritik-sastra-di-indonesia.html, diunduh tanggal 2 September 2018.

Nasution, Ikhwanuddin. (2007). Problematika Sastra Indonesia di Sumatera dalam Menghadapi Tantangan Global (Studi Kasus Sumatera Utara) dalam Medan Sastra. Medan: Panitia Temu Sastrawan Sumatera/Temu Sastrawan Sumatera Utara.

Pradopo, Rachmad Djoko. (1994). Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rosliani. (2005). Bibliografi Sastra Modern Sumatera Utara. Medan: Balai Bahasa Sumatera Utara.

San, Suyadi (Ed.). (2007). Medan Sastra. Medan: Panitia Temu Sastrawan Sumatera/Temu Sastrawan Sumatera Utara.

Siregar, Ahmad Samin. http:/omongomongsastrasumaterautara,blogspot.co.id/2012/04. Potensi-budaya-dan-sastra-di-sumut) diunduh tanggal 2 April 2016.

Yudiono K.S. (2009). Pengkajian Kritik Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Yulhasni. (2011). Benarkah Kritik Sastra di menara Gading? Diposkan Omong-omong sastra. di unduh tanggal 2 April 2016.

Wellek, Rene dan Austin Warren. (1989). Teori Kesusastraan. Penerjemah Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Wiyatmi. (2012). Kritik Sastra Feminis, Teori dan Aplikasi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Ombak.




DOI: https://doi.org/10.26499/mm.v16i2.2282

DOI (PDF): https://doi.org/10.26499/mm.v16i2.2282.g1125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.