LEKSIKOSTATISTIK DAN GLOTOKRONOLOGI BAHASA BATAK: HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA BATAK DIALEK TOBA, SIMALUNGUN, MANDAILING DAN KARO

Wartono Wartono

Abstract


Abstract :
Language genetic relationship is a study of the linguistics historic comparative. Bataknese has several dialects such as Toba, Mandailing, Simalungun, and Karo. Using quantative method, the four dialects language relationship are predicted using lexicostatistics technique. In lexicostatistics, language genetic is seen based on sounds similarity in lexicon in those languages. Phonetic similarity will be based whether a word in a language has correlation with other language. 200 Swadesh base vocabolaries is used as indicator to determine cognate words. Using Crowley tehnique finds that the time separated among the four dialects is in a family level. Another findings, Mandailing is a dialect proto from the four dialects. Based on glotocronology technique that time seperated of the four dialects is 1000-2000s years ago that means those dialects has existed since 205 BC 934 M. This dialect migrates from Mandailing to Toba then Simalungun and Karo. Language migration shows one chain of language migration.

Keywords: language genetic, lexicostatistics, time seperated, language age, language migration

Abstrak :
Hubungan Kekerabatan Bahasa adalah merupakan kajian linguistik historis komparatif. Bahasa Batak mempunyai beberapa dialek diantaranya Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Dengan menggunakan metode kuantitatif hubungan kekerabatan keempat dialek tersebut dihitung secara leksikostatistik. Dalam leksikostatistik, kekerabatan bahasa dilihat berdasarkan persamaan bunyi-bunyi yang ada dalam leksikon yang muncul pada bahasa-bahasa tersebut. Kemiripan secara fonetis ini akan menjadi dasar apakah sebuah kata dalam satu bahasa memiliki hubungan dengan bahasa yang lain. Indikator yang digunakan untuk menentukan kata berkerabat adalah kosa kata dasar yang disebut kosa kata dasar Swadesh yang berjumlah dua ratus kosa kata yang dianggap ada pada semua bahasa di dunia. Dengan menggunakan cara Crowley diperoleh hasil bahwa hubungan kekerabatan keempat dialek tersebut adalah dalam satu keluarga. Diketahui juga bahwa Mandailing merupakan dialek proto dari keempat dialek yang ada. Diperoleh hasil berdasarkan penghitungan glotokronologi bahwa waktu pisah keempat dialek ini terjadi antara 1000-2000an tahun yang lalu yang berarti dialek tersebut sudah ada sejak tahun 205SM sampai 934M. Dialek ini bermigrasi dari Mandailing ke Toba lalu ke Simalungun dan Karo. Arah Migrasi menunjukkan satu mata rantai migrasi bahasa.

Kata kunci: kekerabatan, leksikostatistik, waktu pisah, usia bahasa, migrasi bahasa


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/mm.v11i1.820

Refbacks

  • There are currently no refbacks.