Humor dalam Naskah Drama Hikayat Pangeran Jongkok Karya Yusrianto

Agus Mulia

Abstract


Abstrak :
Barangkali tidak terlalu salah, kalau ada yang mendefinisikan, bahwa yang disebut manusia adalah satu-satunya binatang yang bisa tertawa. Soalnya, binatang lain yang selain manusia tidak ada yang bisa tertawa. Kuda dan monyet hanya bisa nyengir dan sulit terbahak seperti manusia. Kata seorang teman pelawak, justru karena bisa tertawa itulah manusia menjadi lain dari binatang dan kemudian tak boleh disebut sebagai binatang. Karena itu tertawa menjadi penting dan mungkin sangat penting, bahkan sehat. Orang yang sehat lahir batin sering butuh lelucon dan penggeli hati, demikian ungkapan seorang penyair ternama D. Zawawi Imron. Tulisan berikut ini pun mengulas seputar masalah humor, terutama mengenai naskah drama Hikayat Pangeran Jongkok karya Yusrianto. Masalah humor ini dikaji dalam berbagai sisi, di antaranya melalui ilmu fsikologi, antropologi, dan kebahasaan

KATA KUNCI : humor, drama, apresiasi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/mm.v4i1.833

Refbacks

  • There are currently no refbacks.