Konflik Agama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari

Ahmad Bahtiar

Abstract


Abstrak: Karya sastra dapat dijadikan sumber informasi  tentang kebudayaan masyarakat tertentu. Melalui berbagai peristiwa yang diciptakan tokoh, kita dapat merasakan  dan meresapi pikiran tokoh-tokoh tentang berbagai persoalan manusia. Gambaran yang ditampilkan dalam novel Indonesia salah satunya ialah pemahaman keberagamaan yang menimbulkan potensi konflik dengan kekerasan. Novel yang menampilkan hal itu ialah Maryam karya Okky Madasari. Novel ini menampilkan konflik agama terkait kedatangan  rasul yang baru. Tokoh Maryam pada novel Maryam terlahir sebagai jemaah Ahmadiyah yang selama ini dianggap menyimpang dan sesat oleh masyarakat karena, mengakui rasul lain setelah Muhammad SAW. Selain itu, kelompoknya dianggap ekslusif oleh orang-orang kampung serta masyarakat lainnya.  Akibatnya,  ia dan keluarganya mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga, terusir dari kampungnya.  Penelitian ini menggunakan teori Sosiologi Sastra ini  untuk mengetahui pola-pola, proses atau tahapan, dan resolusi konflik keberagamaan. Selain itu, penggunaan teks sastra dalam penelitian ini merupakan alternatif dalam penelitian dalam konflik keagamaan. Untuk itu  penelitian ini  juga untuk mengetahui makna secara menyeluruh terhadap novel  yang mendapat hadiah Khatulistiwa Award pada 2012.

 

Kata Kunci : konflik keagamaan, novel Maryam,  Okky Madasari, Ahmadiyah

 

Abstract: Literary works can be a source of information about the culture of a particular society. Through the various events created by the characters, we can feel and perceive the minds of the characters about human problems. The picture presented in the Indonesian novel is one of them is a religious understanding that raises the potential for conflict with violence. The novel featuring it is Maryam by Okky Madasari. This novel presents a religious conflict related to the coming of the new apostle. Maryam's character in the novel Maryam was born as an Ahmadiyah congregation that has been considered deviant and perverted by society because, recognize other apostles after Muhammad SAW. In addition, the group is considered exclusive by the villagers as well as other communities. As a result, he and his family suffered unpleasant treatment so, evicted from his village. This research uses Sociology Literature theory to know the patterns, processes or stages, and resolution of religious conflict. In addition, the use of literary texts in this study is an alternative in research in religious conflicts. For this study also to know the overall meaning of the novel awarded the Equator Award in 2012.

 

Keywords: religious conflict, novel Maryam, Okky Madasari, Ahmadiyah

 


Keywords


konflik keagamaan; novel Maryam; Okky Madasari; Ahmadiyah

References


Buku

Damono, Sapardi Djoko. (1979.) Sosiologi Sastra : Sebuah PengantarRingkas. Jakarta: Dekdipbud.

Mandasari, Okky. (2012). Maryam. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Soekanto, Soejono. (1990). Sosiologi : Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Press.

Susan, Novri. (2009). Sosiologi konflik dan Isu – isu Konflik Kontemporer. Jakarta : Kencana.

Semi, Atar.(1993). Metode Penelitian Sastra. Pustaka: Bandung.

Tim Redaksi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).(2007). Jakarta : Pusat Bahasa.

Welek, Rene dan Austin Waren.Teori Kesusastraan. (1995) Jakarta : Gramedia,

Majalah

Abdulah, Taufiq. (1983). “Sastra dan Sejarah: Pantulan Historis dan Novel”. Horisonth. XXII/6, Mei, hlm, 29. Jakarta : Yayasan Indonesia

Jurnal

Amrulloh, Moh. Asyiq, Mustain, dan Atun Wardatun. (2010) “Dampak Sosial Kekerasan Terhadap Jemaah Ahmadiyah di Lombok dan Upaya Resolusi Konflik.” Jurnal Penelitian Keislaman, 6 (2), 95-105.

Hadiroh, Situ Nur. (2015) “Pola Pertahanan Perempuan Ahmadiyah dalam Ruang Konflik”. Skripsi di Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin, UIN Yogyakarta,.

Fauzi, Ihsan Ahli, Rudy Harisyah Alam, dan Samsu Rizal Panggabean. (2013) “Pola-pola Konflik Keagamaan di Indonesia (1990-2008)”. Laporan penelitian. Jakarta : Yayasan Wakaf Paramadina(YWP), Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik, UGM (MPRK-UGM) dan The Asia Foundation (TAF), 2009.

Firdiyanto, Bernadus. (2012). “Jurnalisme Damai dalam Pemberitaan SKH Kedaulatan Rakyat mengenai Kasus Ahmadiyah Periode Februari-Maret 2011”. Skripsi Prodi Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Atmajaya

Firdaus, M. Yunus. (2014). “Konflik Agama di Indonesia Problem dan Resolusi Pemecahannnya.” Jurnal Substantia,6 (2), 120-135..

Muqoyiddin, Andik Wahyu. (2012) “Potret Konflik Bernuansa Agama di Indonesia (Signifikasi Model Resolusi Berbasis Teologi Transformasi)”. Jurnal Analisis, 7 (2) 110-120.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.683

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

Google ScholarPKP IndexCrossrefIndonesia One Search

 

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

 

 

 

 

View My Stats