BAHASA PERSUASIF KAUM MILENIAL PADA PILPRES 2019

NFN Indrawati

Abstract


Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan bahasa persuasif kaum milenial pada pilpres 2019. Diperkirakan setengah dari jumlah pemilih pada pilpres 2019 adalah kaum milenial. Kaum milenial ini adalah kelompok pemilih rasional yang melek akan teknologi. Oleh karena itu, masing-masing pasangan calon pada pilpres 2019 berlomba-lomba menggaet kelompok ini. Bahasa kaum milenial tentu saja berbeda dengan bahasa kelompok pada umumnya. Mereka lebih kreatif dengan menggunakan simbol atau kalimat untuk mempengaruhi opini publik atau perilaku orang lain. Penggunaan simbol bahasa, baik tulisan maupun lisan, tanda (sign), gambar-gambar, isarat tertentu diharapkan dapat menarik perhatian sekaligus berpengaruh terhadap pesan yang disampaikan. Tujuan penulis melakukan penelitian adalah ingin mengetahui wujud dan makna bahasa persuasif kaum milenial pada pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan pendekatan kualitatif Data berupa dokumen hasil pencatatan yang diambil dari media sosial twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa persuasif yang digunakan oleh kaum milenial pada pilpres 2019 mengandung makna ajakan, baik itu secara eksplisit maupun implisit. Bahasa persuasif yang digunakan kaum milenial pada pilpres 2019 berupa simbol, kalimat, dan paragraf.

Kata kunci: bahasa persuasif, kaum milenial, pilpres

Abstract: This study describes millenials persuasive language in presidential election 2019. It is estimated that a half of the voters in presidential election 2019 are millenials. They are rasional group that have technology literate. That is why each candidates in presidential election 2019 is trying to hold this group. The language of millenials is quite different compare to the common group. Millenials are more creative by using symbol or sentence to persuade public opinion or someone else behaviour. The using of language symbol, spoken or written, sign, drawings signal, is hoped to attract peoiple’s attention and persuade them toward their massage. The aim of this study is to find out the form and meaning of millenials persuasive language in presidential election 2019. This study uses descriptive qualitative method. The data are in the form of document as the result of note taking from social media twitter. The result shows that language persuasive used by millenials in presidential election 2019 contains inviting, meaning explisitly or implisitly. Persuasive language used by millenials in presidential election is in the form of symbol, sentence, and paragraph.

Key words: persuasive language, millenials, presidential election


Keywords


persuasive language; millenials; presidential election

Full Text:

PDF

References


Devito, A. J. (2011). Komunikasi antarmanusia. Tangerang Selatan: Kharisma Publishing Group.

Hadi, I. (2009). Salingka Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra, 6 (1) Edisi Juni. Padang: Balai Bahasa Padang

Handoko, M. P. (2013). Media dan pemilukada sebagai muara kreativitas berbahasa masyarakat Gorontalo, Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Telaga Bahasa. 1(2): 107—114.

Jokowi dan komunikasi politik generasi milenial. (2018). Diperoleh 17 Oktober 2018 dari (https://www.voaindonesia.com/a/jokowi-dan-komunikasi-politik-generasi melineal/4351466.html.

Keraf, G. (2001). Argumentasi dan narasi. Bandung: PT. Gramedia Pustaka Utama

Majalah Edukasi online. (Selasa, 23 Agustus 2016). Generasi Milenial dan Karakteristiknya Diperoleh dari https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160823145217-445-153268 tanggal 17 Oktober 2018

Moleong, L. J. (1994). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mustofa. (2005). Wacana politik gaya Kyai NU dalam Majalah Aula. Jurnal Wacana Kritis, 10(1).

Panggabean, M. H. (1981). Bahasa, pengaruh dan peranannya. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Kamus besar bahasa Indonesia, Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Republika Online. (2016, Senin 26 Desember 14:00 WIB. Mengenal Generasi Milenial. Diperoleh tanggal 17 Oktober 2018

Stephen, C. L. 1983. Pragmatics. Cambridge University Press. Cambridge

Sudaryanto. (1988). Metode linguistik bagian kedua: Metode dan aneka teknik pengumpulan data. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Balai Bahasa Kalimantan Selatan

Jalan Ahmad Yani Km 32,2, Loktabat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telepon (0511) 4772641; Faksimile (0511) 4784328

Pos-el: jurnal.undas@kemdikbud.go.id

 

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License 

 

Undas Indexed By

   

 

 @2016